Minimalisasi Risiko Investasi dengan Diversifikasi

diversifikasi-investasi

Saat bicara tentang investasi, banyak ahli yang menekankan pentingnya diversifikasi. Tapi ternyata tidak semua orang mengerti apa itu diversifikasi. Gampangnya gini, diversifikasi adalah perwujudan dari ujaran, don’t put all your eggs in one basket.  Ya, agar telurnya tidak pecah semua saat keranjangnya jatuh.

Tujuan dari diversifikasi investasi adalah mengurangi risiko dengan melakukan investasi pada beberapa instrumen yang berbeda; menaruh telur di berbagai keranjang berbeda.

Investasi yang terdiversifikasi merupakan investasi dengan tingkat pengembalian tertinggi untuk risiko paling rendah. Itu karena tiap aset berbeda bisa memiliki reaksi yang berbeda-beda pula terhadap peristiwa ekonomi yang sama. Saat salah satunya naik, yang lainnya bisa saja jatuh. Begitu juga sebaliknya. Itulah mengapa diversifikasi investasi adalah pertahanan terbaik Anda melawan krisis keuangan.

Memilih Aset untuk Diversifikasi

Untuk membuat portfolio yang beragam, paling tidak investasimu harus mencakup aset-aset seperti saham, obligasi atau sekuritas pendapatan tetap lainnya, dan instrumen pasar uang. Saham akan menguntungkan saat ekonomi tumbuh. Untuk obligasi dan sekuritas pendapatan tetap lainnya dapat mendapat keuntungan bahkan saat ekonomi melambat. Sedangkan untuk instrumen pasar uang hampir selalu dapat memberikan keuntungan walaupun tidak sebanyak jenis aset lainnya.

Berapa banyak yang harus dimasukkan ke dalam masing-masing aset? Investor biasanya menggunakan alokasi aset untuk menentukan komposisi saham, obligasi, dan pasar uang yang tepat. Porsinya tergantung pada tingkat toleransi risiko dan tujuan investasi kamu. Misalnya, karena investasi saham lebih berisiko daripada obligasi, jika kamu membutuhkan uang dalam jangka waktu 4 tahun kamu harus menaruh investasi lebih banyak di obligasi dibandingkan seseorang yang berinvestasi untuk jangka waktu 10 tahun. Oleh karena itu, persentase setiap jenis aset bergantung pada tujuanmu.

Membicarakan diversifikasi investasi berarti berbicara tentang manajemen aset. Kalau kamu merasa hal tersebut terlalu memusingkan dan membutuhkan terlalu banyak waktu, kamu bisa berinvestasi di reksa dana. Kenapa? Karena dengan reksa dana kamu otomatis memiliki portfolio yang terdiversifikasi. Selain itu, kamu juga tidak perlu repot mengatur alokasi investasi karena danamu akan dikelola oleh manajer investasi yang handal. Ingin meminimalisasi risiko investasi dengan cara yang mudah dan murah? Reksa dana jawabannya. Yuk, berinvestasi reksa dana bersama tanamduit.