Kenapa Imbal Hasil SBR006 Ditetapkan 7,95%?

Sejak masa penawaran SBR006 dibuka, terdengar beberapa komentar seperti “Nggak mau beli SBR006 ah, kuponnya cuma 7,95%.” Wah, padahal sayang banget nih kalau kamu masih ragu buat beli SBR006 karena merasa imbal hasilnya kecil. Kalau kamu bertanya-tanya, kenapa imbal hasil SBR006 lebih kecil dibandingkan seri-seri sebelumnya, berikut ini penjelasannya.

Imbal hasil Surat Berharga Negara, termasuk SBR006, mengacu pada tingkat suku bunga Indonesia. Saat ini suku bunga kita cenderung menurun, bisa jadi hingga beberapa tahun ke depan trennya masih turun.

Kok suku bunga kita bisa turun?

Naik turunnya suku bunga diatur oleh Bank Indonesia sebagai penjaga stabilitas keuangan kita. Bank Indonesia memperhatikan berbagai faktor yang mungkin menyebabkan inflasi di negara kita. Saat inflasi dirasa terlalu tinggi, suku bunga akan ditingkatkan dan sebaliknya jika inflasi rendah maka suku bunga diturunkan.

Berarti suku bunga ke depannya cenderung turun dong?

Iya, benar banget. Menurut pendapat analis ekonomi, tren suku bunga ke depannya akan cenderung turun karena:

  • Inflasi negara kita terjaga dengan baik di kisaran 3% karena harga-harga secara umum stabil.
  • Pertumbuhan ekonomi global cenderung melambat akibat perang dagang Amerika Serikat – China, sehingga pertumbuhan ekonomi kita stabil dan level inflasi tertahan di kisaran 3%.
  • Kemungkinan besar The Fed (Bank Sentral Amerika Serikat) masih menjaga suku bunganya.
    • Di tahun 2018, The Fed menaikkan tingkat bunganya beberapa kali dari 1,75% di bulan Maret 2018 menjadi 2,50% di bulan Desember 2018 karena pertumbuhan ekonominya membaik dan tingkat penganggurannya rendah sekali. Akibatnya BI terpaksa menaikkan tingkat bunga acuan, yaitu 7 Days Reverse Repo Rate Bank Indonesia, dari 4,25% menjadi 6% sepanjang tahun 2018 untuk meningkatkan daya tarik Rupiah dan menekan keluarnya uang dari Indonesia.
    • Di tahun 2019, The Fed memberikan sinyal yang kuat bahwa tingkat bunga USD kemungkinan besar tidak akan naik. Ini menyebabkan nilai tukar Rupiah terhadap USD menjadi stabil di Rp14.000 – Rp15.000 per USD, dengan demikian Bank Indonesia memiliki kesempatan untuk menurunkan bunga acuan dari 6% ke tingkat yang lebih rendah di tahun 2019 dan tahun 2020.

Jadi itulah penyebab kupon SBR006 lebih rendah dari kupon SBR005. Jika tingkat bunga acuan ternyata turun dalam waktu 2 tahun yang akan datang, maka kupon SBR006 tidak akan ikut turun karena sudah dikunci di 7,95%.

Nah, nilai imbal hasil saat ini merupakan penawaran terbaik dari negara buat kamu nih! Belum tentu produk selanjutnya memiliki imbal hasil yang sama atau lebih tinggi dari sekarang. Jadi tunggu apalagi?

Yuk beli SBR006 sekarang di tanamduit!