INVESTASI

Investasi Bodong? Jangan Sampe Dong!

tips-hindari-investasi-bodong

Maunya selangit, tapi gaji segitu-gitu aja. Pengen liburan, pengen lanjutin sekolah ke luar negeri, pengen punya rumah sendiri. Nggak ngayal-ngayal amat sih sebenernya, tapi kok agak susah ya diwujudkan. Satu-satunya cara ya mesti menabung, tapi nabung juga rasanya gak kelar-kelar. Salah satu saran yang paling sering kita dengar mungkin adalah berinvestasi. Tapi investasi juga mesti hati-hati. Di jaman serba canggih kayak sekarang, cara yang dipakai penipu untuk mengeruk harta kita juga makin canggih. Bukannya untung malah buntung.

Makanya penting kalau kita kepo terhadap suatu produk. Rasa kepo bakal nuntun kita untuk mempelajari produk tersebut. Nih tanamduit kasih tips mengenali investasi bodong biar kamu bisa lebih hati-hati milih investasi!

Hasil investasi yang ditawarkan sangat tinggi

Misalnya, ada produk investasi yang berani nawarin bunga 30% per bulan. Gengs, bunga 7% per bulan aja udah nggak wajar, apalagi setinggi itu, sangat nggak masuk akal. Investasi di surat berharga (surat utang) aja hasilnya 18 – 24 persen setahun, itu pun bukan surat utang yang dipasarkan secara publik/terbuka. Jadi kalau ada yang menawarkan hasil 30 persen sebulan, itu sudah pasti investasi bodong.

Iming-iming hasil investasi dijamin tercapai

Ada ajakan naro duit 10 juta, bulan depan sudah dapat bunganya 2 juta, bulan depannya dapat lagi 2 juta, jadi hanya dalam lima bulan nilainya sudah berlipat-lipat. Pernah dengar ada yang nawarin investasi dengan iming-iming menggoda kayak gini? Wah, patut dicurigai guys. Ujung-ujungnya, setelah dua bulan dibayar bunganya, tiba-tiba agen yang menawarkan investasi hilang ditelan bumi. Dalam berinvestasi pasti ada itungan untung-rugi, jadi jangan pernah percaya pada tawaran investasi yang menjamin hasilnya pasti untung, apalagi dalam jumlah yang besar sekaligus.

Investasi yang tidak jelas perizinannya

Secara umum, perusahaan, Lembaga, atau penyelenggara investasi untuk publik harus mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK akan mengawasi semua kegiatan jasa keuangan di sektor Perbankan maupun Pasar Modal. Investasi bodong yang tidak jelas pasti tidak akan mendapatkan izin atau lisensi dari OJK untuk mengumpulkan uang masyarakat. Jadi langsung aja tanya, “ada lisensi dari OJK, nggak?”

Kalau dia tidak bisa jawab atau dijawab sedang dalam proses tapi dia sudah berani berjualan, tolak aja.

Penjelasan terlalu singkat, sederhana, dan provokatif

Sebuah investasi harus dipelajari baik-baik. Makanya kadang-kadang tidak bisa langsung dipahami. Kalau kamu ditawari investasi yang itung-itungannya tampak sangat sederhana dan kamu langsung ngerti ditambah lagi iming-iming hasil yang sangat menggiurkan, ini justru patut dicurigai. Coba kamu bandingkan dengan investasi di pasar modal, setiap produk ada prospektusnya dan pasti sudah diketahui OJK. Jadi tidak sesederhana itu.

So, itu tadi empat ciri-ciri utama untuk mengecek apakah investasi yang ditawarkan ke kamu adalah investasi bodong atau bukan. Inget guys tiap hasil butuh proses, begitu pula investasi. Di tanamduit, kamu akan diarahkan untuk mempelajari dulu apa itu reksa dana dan bagaimana menentukan produk yang cocok buat kamu. Selain itu, tiap produk dilengkapi prospektus yang wajib kamu baca dan pahami sebelum membeli jadi kamu bisa yakin kalau produk itu aman dan cocok buat kamu!

Udah siap berinvestasi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *