REKSA DANA

Mengenal ‘Superheroes’ di Balik Reksa Dana

Di balik proses investasi reksa dana, ada 3 tokoh utama yang saling bergantung satu sama lain. Ketiga tokoh ini memiliki peranan dan tugasnya masing-masing, yang secara bersama-sama menentukan keberhasilan kinerja reksa dana tersebut di penghujung hari. Mari mengenal tiga ‘superheroes’ ini lebih dekat.

Superhero 1: The Holder atau Investor

Segalanya dimulai dari pemilik dana yang berniat menginvestasikan dananya di instrumen investasi, yang juga dikenal sebagai investor. Sederhananya, tanpa adanya investor, tidak ada dana yang tersedia untuk diinvestasikan.

Walaupun memiliki dana untu, investor belum tentu memiliki 1) pemahaman mendalam akan portfolio saham, obligasi serta aset lainnya (tidak semua investor memiliki latar belakang finansial) dan 2) waktu dan tenaga untuk aktif memutar dananya secara profesional, terutama jika memilih untuk mendiversifikasikan uangnya ke banyak portfolio, yang sejatinya merupakan konsep dasar reksa dana.

Karena itu, kalau berniat menjadi investor, kamu butuh seseorang yang bisa dipercaya untuk mengatur portfolio investasimu dengan baik; yaitu Manajer Investasi.

Superhero 2: The Governer atau Manajer Investasi (MI)

Manajer Investasi adalah pakar dalam mengatur dana yang diinvestasikan investor dalam reksa dana. MI mengambil keputusan investasi hariannya dengan terlebih dahulu melakukan riset ekstensif, memanfaatkan software canggih, menganalisa informasi pasar secara detil serta mengandalkan tahunan pengalaman di industri finansial.

Know-how MI adalah hal yang membuat mereka berharga bagi pemegang dana. Pasalnya, make or break aset investor berada di tangan MI. Dalam memilih MI terbaik, kamu bisa melihat latar belakang MI tersebut di prospektus reksa dana mereka atau memilih MI yang telah direkomendasikan platform digital perencana keuangan yang diawasi OJK seperti tanamduit.

Superhero 3: The Watcher atau Bank Kustodian

Sosok terakhir yang tidak kalah pentingnya dalam proses investasi reksa dana adalah bank kustodian. Inilah bank tempat dana investasimu disimpan, yang juga akan menjalankan fungsi administratif dan pengawasan terhadap asset investasimu. Bank kustodian menjalankan fungsi administratif untuk 2 pihak: untukmu sebagai investor dan MI sebagai pengelola dana.

Untukmu, selain mengirimkan laporan bulanan investasi, bank kustodian melakukan pencatatan dan pengiriman surat konfirmasi bagi setiap transaksi yang mencakup pembelian, penjualan ataupun pengalihan reksa dana.  Kustodian juga ikut serta melakukan pengawasan terhadap MI.

Untuk MI, bank kustodian melakukan konfirmasi pembelian, penjualan, aksi korporasi pada surat berharga, serta pencatatan yang berkaitan dengan pasar uang seperti deposito[1].

 

Sumber :

[1] Finansialku Online, 2016.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *