PERENCANAAN KEUANGAN

Menabung Aman, Menabung Cerdas

Akhir bulan. Pos pengeluaran rutin bulanan sudah diamankan, cicilan mobil sudah ditransfer. Budget untuk belanja online bulan ini – sampai biaya tak terduga untuk amplop dan angpau (di usiamu sekarang, undangan pernikahan datang paling tidak sekali setiap bulannya!) – bahkan sudah kamu pisahkan.

Tersisa 450 ribu rupiah. Seperti biasa, kamu menyimpan uang tanpa pos itu di tabungan, karena aman.

Meskipun tidak salah, sebetulnya ada pilihan yang lebih cerdas dan aman untuk menyimpan sisa uangmu ini; yaitu berinvestasi di reksa dana pasar uang.

Jika belum pernah mendengar sebelumnya, yang dimaksud dengan investasi reksa dana pasar uang adalah berinvestasi pada instrumen investasi yang jatuh temponya dibawah 1 tahun, dan dikelola oleh manajer investasi profesional. Macam-macam instrumen tersebut antara lain:

  • Deposito Berjangka
  • Obligasi < 1 Tahun

Keuntungan yang mungkin didapat reksa dana pasar uang paling kecil dibandingkan jenis reksa dana lain, karena reksa dana ini menawarkan resiko paling rendah dan aman. Kendati begitu, menyimpan uangmu di sini tetap lebih menguntungkan dibandingkan tabungan; karena 4 alasan utama berikut:

  1. Imbal hasil lebih besar dari bunga tabungan. Imbal reksa dana pasar uang lebih besar dibandingkan bunga tabungan dan deposito. Mengapa? karena manajer investasi memutar uangmu dan investor lain yang ada di reksa dana pasar uang tersebut ke berbagai deposito di berbagai bank yang tentunya memperoleh bunga khusus yang lebih besar dari nasabah biasa dan obligasi yang jatuh tempo di bawah 1 tahun. Bandingkan dengan bunga tabungan yang rata-rata hanya sebesar 0,8%-2% per tahunnya dan deposito yang hanya sebesar 3%-5% (belum potong pajak 20%).[1]
  2. Jumlah minimum investasi yang rendah. Jika kamu memiliki saldo minimum Rp 50.000, kamu sudah bisa memindahkan dana di tabunganmu ke produk reksa dana pasar uang.
  3. Mudah dicairkan kapan saja. Kendati memberi bunga setara deposito berjangka, reksa dana pasar uang mudah dicairkan kapanpun, layaknya menabung di bank. Batas waktu pembayaran perintah pencairan reksa dana maksimal hanya 7 hari kerja. Namun pada praktiknya, dana umumnya sudah masuk ke rekeningmu dalam 2-3 hari kerja. Terlebih, kamu tidak dibebankan biaya transaksi (pembelian & penjualan) sama sekali[2].
  4. Amankan dari diri sendiri. Terakhir, resiko terbesar menyimpan uang di tabungan adalah diri sendiri. Dengan godaan gaya hidup saat ini, mudah sekali menjadi konsumtif jika uang sisa dibiarkan ‘lepas’ tanpa tujuan tertentu. Selain memberikan keuntungan finansial di kemudian hari, investasi reksa dana pasar uang adalah solusi cerdas (dan mudah!) untuk ‘mengamankan’ dana ekstramu.

Nah, sekarang sudah paham dong kalau menyimpan atau mengumpulkan uang bukan hanya bisa dilakukan di tabungan? Kamu juga bisa menabung untuk berbagai keperluan masa depan di reksa dana pasar uang, dengan berbagai keuntungan dan kemudahan yang ditawarkan. Cari tahu jenis dan keuntungan reksa dana lainnya di artikel ini.

 

Referensi:

[1] Investment Saham Blog Online, 2016 & Finansialku Online, 2016.

[2] Kompas Online (Ekonomi, Inspirasi), April 2016.