REKSA DANA

Jenis Reksa Dana Apa yang Cocok Untukmu? Ini Jawabannya!

Menentukan pilihan memang pekerjaan yang bisa bikin pusing. Milih baju, milih menu makan siang, hingga milih rute pulang biar nggak kena macet. Kadang-kadang kita cenderung bingung ketika dikasih banyak pilihan. Seperti saat memilih jenis reksa dana.

Reksa dana memiliki beberapa jenis, yaitu pasar uang, obligasi (pendapatan tetap), pasar saham, dan campuran. Nama-nama reksa dana tersebut berdasarkan portfolio dengan jumlah alokasi terbesar. Reksa dana pasar uang berinvestasi di pasar uang seperti deposito dan obligasi yang akan jatuh tempo dalam waktu kurang dari 1 tahun. Reksa dana obligasi atau pendapatan tetap berinvestasi minimal 80% di obligasi dan sisanya di pasar uang. Reksa dana saham berinvestasi minimal 80% di saham dan sisanya biasanya di pasar uang. Ada pula reksa dana campuran yang berinvestasi 0-20% di pasar uang, 1-79% di obligasi, dan 1-79% di saham.

Dengan alokasi dana yang berbeda-beda, keuntungan yang didapat juga berbeda satu dengan yang lain. Satu hal yang perlu diingat, semakin besar keuntungan reksa dana maka risiko investasinya juga semakin besar. Oleh karena itu, sebagai rekomendasi, setiap reksa dana memiliki jangka waktu investasi masing-masing. Pasar uang direkomendasikan untuk investasi jangka pendek. Reksa dana obligasi (pendapatan tetap) dan campuran direkomendasikan untuk jangka waktu menengah hingga panjang. Sedangkan reksa dana saham direkomendasikan untuk investasi jangka panjang.

Simak tabel berikut untuk tahu serba-serbi lainnya mengenai reksa dana.

Untuk reksa dana campuran, tiga jenis reksa dana di atas, ada satu jenis lagi yaitu reksa dana campuran. Sesuai namanya, reksa dana campuran menggabungkan dua atau tiga jenis reksa dana. Komposisinya bisa mayoritas di saham, sedikit di surat utang, lalu paling sedikit di pasar uang. Porsi investasinya tergantung produk yang disediakan manajemen aset. Reksa dana campuran memiliki keuntungan diversifikasi yang lebih tinggi dibanding jenis reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap.

Lalu reksa dana apa yang harus kamu pillih?

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menentukan tujuan investasi, berapa lama waktu yang kamu miliki untuk investasi, dan seberapa besar risiko investasi yang dapat kamu hadapi. Setelah menentukan ketiga aspek tersebut, kamu bisa melihat jenis reksa dana apa yang sesuai (match) dengan aspek-aspek tersebut. Jangan lupa, selalu baca dan pahami prospektus serta laporan kinerja reksa dana (fund fact sheet) produk yang akan kamu beli, untuk mendapatkan informasi mengenai manajer investasi dan produk reksa dana yang dijual.

Gimana? Sudah menemukan jenis reksa dana yang cocok untukmu? Kalau sudah, jangan tunda lagi rencana investasimu. The sooner, the better. Kamu juga bisa baca 7 hal tentang reksa dana yang perlu kamu tahu dan berbagai artikel reksa dana lainnya untuk mempelajari lebih dalam mengenai investasi reksa dana.