REKSA DANA

7 Hal tentang Reksa Dana yang Perlu Kamu Tahu

Semua orang pasti pernah berada di tahap pendekatan, biasanya di tahap ini kita masih ragu-ragu dan ingin tahu lebih banyak tentang seseorang atau sesuatu yang sedang didekati. Ini tidak hanya berlaku untuk hubungan romansa saja, bagi orang-orang yang belum akrab dengan dunia reksa dana, banyak pertanyaan yang masih membuat ragu-ragu untuk mulai berinvestasi. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin juga ada di benak kamu soal reksa dana, berikut ini 7 hal tentang reksa dana yang perlu kamu tahu.

Bagaimana cara kerja reksa dana?

Ketika kamu berinvestasi di reksa dana, uangmu dikumpulkan bersama dengan uang investor lain. Manajer investasi akan menginvestasikan uang tersebut secara kolektif ke dalam berbagai instrumen investasi. Kamu akan mendapatkan unit penyertaan sebagai bukti kepemilikan reksa dana, jumlah unit yang kamu punya tergantung pada seberapa banyak jumlah investasi kamu. Untuk mencairkan uangmu, kamu bisa menjual unit penyertaan tersebut.

Di mana dana saya disimpan?

Dana yang dikelola oleh manajer investasi wajib untuk disimpan di bank kustodian, yaitu bank yang memperoleh izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bank kustodian untuk bertindak sebagai administrator dan tempat penyimpanan dana kolektif. Bank kustodian tidak boleh berafiliasi dengan manajer investasi.

Ke mana saja dana reksa dana diinvestasikan?

Reksa dana diinvestasikan di tiga tipe aset keuangan, tergantung jenis reksa dananya. Jenis reksa dana pasar uang, 100% investasi dilakukan di pasar uang yaitu deposito dan obligasi yang jatuh temponya di bawah 1 tahun. Untuk jenis reksa dana pendapatan tetap, dana diinvestasikan minimum 80% di surat utang atau obligasi yang diterbitkan oleh negara maupun perusahaan BUMN dan swasta. Ada pula reksa dana saham yang berinvestasi minimum 80% di pasar saham, saham yang dibeli biasanya merupakan saham perusahaan terbuka yakni perusahaan yang sahamnya dapat dimiliki dan diperjualbelikan oleh publik. Terakhir, reksa dana campuran, yang merupakan campuran ketiga jenis reksa dana di atas.

Bisakah saya menarik dana saya kapan saja?

Reksa dana menawarkan likuiditas penuh terhadap danamu. Kamu dapat membeli dan menjual unit reksa danamu kapan saja selama hari kerja. Proses pencairan dana biasanya  membutuhkan  waktu  selambat-lambatnya 1-7 hari kerja setelah kamu melakukan penjualan, tergantung produk reksa dana.

Seberapa amankah reksa dana?

Investasi reksa dana telah diatur oleh Undang-Undang Pasar Modal tahun 1995 dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan atau POJK (termasuk peraturan BAPEPAM-LK sebelum OJK). Baik pengelolaan dana, pelaku, hingga segala transaksi yang dilakukan oleh investor, manajer investasi, bank kustodian, hingga agen penjual reksa dana yang sesuai dengan aturan OJK tersebut dapat dipastikan keamanannya.

Untuk risiko, tidak ada yang bisa menggaransi seberapa besar imbal hasil reksa dana karena nilai unitnya yang kerap fluktuatif. Tapi kamu bisa menyesuaikan jenis prosuk rekda dana pilihanmu dengan risiko yang bisa kamu tolerir.

Bagaimana reksa dana mengurangi risiko?

Reksa dana dapat mengurangi risiko investasi dengan menyebar alokasi investasi atau dikenal sebagai diversifikasi. Kamu tidak perlu memusingkan diversifikasi ini karena manajer investasi yang akan melakukannya untukmu. Dengan diversifikasi, manajer investasi dapat mengurangi risiko investasimu dan kamu tetap menikmati potensi pertumbuhan dalam jangka panjang. Misalnya ketika suatu saham atau pasar mengalami penurunan, dampak yang diterima investor reksa dana tidak akan separah mereka yang hanya berinvestasi di satu jenis portfolio saja.

Bagaimana saya memilih reksa dana yang cocok?

Pilihan produk reksa dana kamu harus selalu didasari oleh tiga hal yaitu 1) tujuan investasimu, 2) lama kamu akan berinvestasi, dan 3) profil risiko. Untuk profil risiko kamu dapat menentukan apakah kamu tergolong investor dengan profil risiko konservatif, moderat, atau agresif. Untuk investor konservatif, apapun tujuan dan berapapun lamanya kamu berinvestasi, kamu disarankan untuk memilih produk investasi berisiko rendah. Untuk investor moderat, jika kamu ingin berinvestasi dalam jangka waktu pendek kamu bisa ambil produk investasi yang berisiko rendah, tetapi untuk investasi jangka panjang kamu bisa memilih produk investasi yang berisiko tinggi atau menengah. Sedangkan, untuk investor dengan profil risiko agresif, walaupun kamu berani mengambil risiko yang lebih besar, investasi dalam jangka waktu pendek tetap disarankan untuk mengambil produk dengan risiko rendah agar tidak terlalu fluktuatif.

Gimana? Sudah lebih paham ‘kan tentang reksa dana? Nah, ini saatnya kamu coba berinvestasi di reksa dana. Mulai perjalanan investasimu dengan mengunjungi tanamduit.com sekarang!