PERENCANAAN KEUANGAN

3 Kiat Micromanaging Keuangan Bagi Pemula

Untuk mempersiapkan keuangan di masa depan, banyak hal yang bisa kamu lakukan. Berinvestasi, membuka tabungan pensiun, membuka rekening deposito, dan lain-lain. Semua itu adalah upaya makro demi meraih masa depan bebas finansial. Namun, jauh sebelum itu, kamu perlu mengatur keuanganmu sendiri secara mikro. Jangan salah, micromanaging atau pengaturan keuangan secara mikro berdampak besar pada suksesnya perencanaan keuangan masa depanmu. Yang dimaksud micromanaging dalam tulisan ini adalah pengaturan finansial yang dimulai dari kebiasaan kecil sehari-hari, perilaku, pendekatan personal hingga pola pikir.

Berikut 3 kiat simpel micromanaging keuangan yang seringkali terlupakan oleh banyak orang.

1. Ketahui ke mana uangmu pergi

Biasanya yang membuat pengeluaran membengkak justru pengeluaran-pengeluaran yang dianggap kecil tapi ternyata menggunung. Untuk mengantisipasinya, biasakan mencatat semua pengeluaranmu dalam kategori setiap akhir minggu. Pro-tip:

  • Use app. Gunakan aplikasi keuangan smartphone yang dapat kamu unggah gratis semacam Monefy atau Wallet. Aplikasi semacam ini dapat mengategorikan pengeluaranmu berdasarkan tipenya (makanan, hiburan, atau transportasi) sehingga bisa membantumu menganalisa tren pengeluaranmu dengan cepat.
  • Weekly report. Setiap akhir pekan, ingat-ingat berapa kali kamu makan di luar atau sekadar mampir di minimarket untuk belanja dan input di aplikasi meskipun hanya berupa kisaran kasar. Jika kamu takut lupa, luangkan 3 menit sebelum tidur setiap malam untuk mencatat pengeluaranmu hari itu.
  • Monthly check up. Tiap akhir bulan, analisa kategori apa yang paling banyak menghabiskan uangmu. Memahami tren pengeluaran semacam ini membuatmu sadar apa saja yang betul-betul kamu butuhkan dan meningkatkan disiplin kamu dalam berbelanja.

2. Puasa 50 ribu

Jika kamu tinggal di kota besar, tantang dirimu untuk ‘berpuasa’ 1x seminggu dengan membatasi pengeluaran maksimal Rp 50 ribu untuk makan dan transport seharian penuh. Siasati dengan bawa bekal dari rumah atau nebeng teman. Percayalah, kebiasaan ‘berpuasa’ ini akan membantumu lebih peka terhadap pengeluaranmu dan dalam beberapa minggu kamu akan terlatih untuk mengelola uang dengan lebih bijak.

3. Kuasai seni ‘Delayed Gratification’

Ini bisa dibilang sebagai poin paling penting, belajar untuk mengontrol keinginan. Coba untuk menguasai seni berpikir ‘Delayed Gratification’ atau ‘gratifikasi tertunda’, yang artinya kemampuan untuk menahan hasrat mencari keinginan instan dengan fokus pada keinginan yang lebih besar nantinya.

Contoh, mana yang lebih penting: A) mencoba resto ramen yang baru buka itu nanti malam, atau B) makan ramen di Jepang esok? Kebanyakan orang menjawab B, tapi pada prakteknya terjebak di pilihan A. Pilihan A adalah ‘gratifikasi instan’ yang paling sering menjebak masyarakat kota besar saat ini.

Keberhasilan dalam melakukan micromanaging tergantung pada kedisiplinan kamu dalam mempraktikkan kiat-kiat di atas. Memang, mengubah kebiasaan bukan perkara mudah. Salah satu mantra populer di dunia manajemen keuangan personal: ‘yang bisa membuatmu kaya bukanlah jumlah penghasilanmu, tapi kebiasaanmu mengatur pengeluaran’.

Jadi, apa yang akan kamu lakukan malam ini, mencoba ramen hits atau menambah saldo reksa danamu?

 

Sumber :

Forbes Investing, Investopedia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *